Sabtu, 03 Juli 2010

Pemodelan pada ban saat di pompa

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Balakang

Hampir dari seluruh aktivitas kita tidak pernah lepas dari persinggungan dengan proses "pengukuran, penilaian dan pengambilan keputusan. Walaupun seringkali seseorang melakukan pengambilan keputusan melalui jalan pintas (potong kompas), dengan cara "gambling" (untung-untungan) tanpa didahului dengan pengukuran dan penilaiannya. Di dalam laporan yang kami buat, disini kami menekankan pada proses pengukuran,

Didalam kehidupan sehari hari kita pasti memerlukan kendaraan bermotor untuk belakukan berbagai perjalanan, sehingga dari hal tersebut kami mengambil percobaaan pemompaan pada ban dan apa pengaruhnya saat pemompaan ban berlangsung. Kita ketahui sebuah alat pengukur tekanan ban adalah tekanan gauge yang digunakan untuk mengukur tekanan ban pada kendaraan. Dari salah satu sumber menyebutkan untuk menjaga tekanan serta melakukan rotasi pada ban kendaraan maka anda akan mendapatkan kilometer demi kilometer jarak tempuh tanpa mengalami gangguan salah satu faktor penentunya adalah saat pemompaan ban berlangsung, sehingga manfaat yang dapat kami ambil dari percobaan pemompaan ban ini adalah kita dapat menjadikan pengetahuan dasar tentang bagaimana menjaga dan mendapatkan kinerja maksimal dari ban kendaraan kita.

Dari paparan di atas timbul pertanyaan yaitu berapakah tekanan angin yang sesuai untuk kendaraan anda? Itulah satu pertanyaan saya ketika melihat ban lagi diisi angin di tempat tambal ban. Mungkin hal ini sepele bagi anda,namun dibalik semua itu berpengaruh terhadap ban kita sendiri,baik itu untuk ketahanan ban sendiri ataupun terhadap kenyamanan saat anda dijalan. Jadi disini akan kami paparkan yaitu:

1. Tekanan angin yang bisa dibilang standard,yang sesuai dengan kebutuhan ban tersebut.

2. Bagaimana penyebaran udara saat pemompaan ban berlangsung.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah

· Bagaimana tekanan pada ban ketika dipompa?

· Bagaimana penyebaran aliran udara pada saat ban dipompa?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penelitian ini adalah

· Mengetahui tekanan pada ban ketika dipompa

· Mengetahui penyebaran aliran udara pada saat ban dipompa

1.4 Manfaat

Setelah penelitian diharapkan peneliti dan pembaca dapat menyesuaikan tekanan angin yang dimasukkan ketika ban dipompa.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sebuah ban adalah benda berbentuk cincin yang cocok di sekitar pinggiran roda untuk melindungi dan memungkinkan performa kendaraan lebih baik dengan menyediakan bantal fleksibel yang menyerap shock sekaligus mempertahankan roda dalam kontak dekat dengan tanah. Kata itu sendiri mungkin berasal dari kata "mengikat", merujuk ke bagian cincin baja luar roda gerobak kayu yang mengikat segmen kayu bersama-sama. Bahan dasar ban modern adalah karet dan kain bersama dengan bahan kimia senyawa lainnya. Mereka terdiri dari tapak dan tubuh. Telapak menyediakan traksi saat tubuh memastikan dukungan. Sebelum karet diciptakan, versi pertama ban hanyalah band-band dari logam yang dipasang di sekitar roda kayu untuk mencegah keausan. Saat ini, sebagian besar ban pneumatik, terdiri dari tubuh berbentuk donat tali dan kabel terbungkus karet dan umumnya diisi dengan udara tekan untuk membentuk sebuah bantal tiup. ban pneumatik yang digunakan pada banyak jenis kendaraan, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, truk, earthmovers, dan pesawat.

Sebuah alat pengukur tekanan ban adalah tekanan gauge yang digunakan untuk mengukur tekanan ban pada kendaraan. Kondisi lingkungan yang dapat mempengeruhi sekitaran 13% sampai 15% variabilitas dalam tekanan karena suhu (0 ° C sampai 40 ° C), dan perubahan tambahan dapat dihasilkan karena ketinggian. Kebanyakan pemilik mobil manual diberi alat pengukur tekanan sebagai fungsi untuk melakukan pengukuran temperatur atau ketinggian bagi pengguna. Karena ban mempunyai tugas menahan beban tertentu pada tekanan tertentu, penting untuk menjaga tekanan ban pada jumlah yang optimal. Ban mempunyai tekanan optimal ketika dingin, yang berarti sebelum ban dipakai pada saat itu dan mulai untuk memanaskan, yang akhirnya mengubah tekanan internal ban karena ekspansi gas. Keakuratan alat ukur mekanik khas seperti yang ditunjukkan adalah ± 3 psi. pengukur akurasi yang lebih tinggi dengan akurasi ± 1 psi juga dapat diperoleh.

Sementara itu salah satu sumber mennyatakan bahwa: Semestinya tekanan ban mobil atau sepeda motor setelah dipompa :

- Ban yg terpasang/dipakai dan masih ban standar maka mengikuti petunjuk di buku manual atau stiker petunjuk yang biasanya tertempel pada sisi dalam pintu.

- Ban serep, dipompa dengan tekanan yg lebih tinggi dr yg terpasang tetapi tidak boleh melebihi dari maksimal tekanan yang tercantum pada ban tersebut. Sesuai regulasi semua ban harus mencantumkan maksimal tekanan, tetapi masih ada juga yang tidak mencantumkan.

- Jika ban terlalu keras maka akan ada ekstra goncangan/getaran, akan terasa saat melewati polisi tidur atau jalan yg keriting/rusak. Rata-rata pemompaan untuk ban standar dengan tekanan maksimal 44psi.

- Ban yang kempis tahanan gelindingnya pasti lebih besar daripada ban yang keras, dengan demikian ban yang kurang tekanan akan lebih cepat panas dan mengalami panas yang berlebihan, selain itu ban yang kurang tekanan juga mengalami tekanan yang berlebihan pada dindingnya pada saat manuver atau menikung.

Jadi dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kurang tekanan dan kelebihan tekanan sama - sama tidak baik. Kurang tekanan adalah musuh utama ban, ban akan panas berlebihan, panas tersebut merusak ban dan sewaktu2 bisa meledak. Kelebihan tekanan dari tekanan maksimal ban tersebut juga beresiko karena panas akan menaikkan tekanan dan sewaktu-waktu bisa meledak. Pemakaian Nitrogen untuk mendapatkan tekanan yang lebih stabil.

Tekanan ban untuk tiap jenis mobil bisa berbeda, bahkan untuk mobil yang sama tekanan bisa berbeda jika menggunakan ban berbeda. Contoh kasus Strada L200 Double Cabin, standar ban depan 180KPa/1,8bar (26,1psi) ban belakang dengan muatan 230KPa/2,3bar (33,4psi) dengan ban Bridgestone HT. Saat ban diganti dengan Kumho Venture MT (tekanan maksimal 80psi) dan diberi tekanan standar maka masih seperti gembos, terlihat normal saat tekanan diatas 40psi dan ini masih jauh dibawah tekanan maksimalnya.

Berikut merupakan data tekanan angin ban dalam untuk kendaraan anda yang kami ambil dari data : SII

A. Untuk golongan I

1. Ban Ukuran 500-12

untuk PR 6 cocok diberikan 36 PSI

untuk PR 8 cocok diberikan 45 PSI

2. Ban Ukuran 5.50-13

untuk PR 6 cocok diberikan 36 PSI

untuk PR 8 cocok diberikan 50 PSI

3. Ban ukuran 600-13

untuk PR 6 cocok diberikan 46 PSI

untuk PR 8 cocok diberikan 60 PSI

4. Ban ukuran 600-14

untuk PR 6 cocok diberikan 46 PSI

untuk PR 8 cocok diberikan 60 PSI

5. Ban Ukuran 700-14

untuk PR 10 cocok diberikan 46 PSI

untuk PR 12 cocok diberikan 60 PSI

6. Ban ukuran 750-15

untuk PR 12 cocok diberikan 85 PSI

untuk PR 14 cocok diberikan 92 PSI

7. Ban ukuran 700-16

untuk PR 12 cocok diberikan 82 PSI

untuk PR 14 cocok diberikan 90 PSI

8. Ban ukuran 750-16

untuk PR 12 cocok diberikan 85 PSI

untuk PR 14 cocok diberikan 92 PSI

B. Untuk Golongan Kelas II

1. Ban ukuran 900-20

untuk PR 14 cocok diberikan 107 PSI

2. Ban ukuran 1.000-20

untuk PR 14 cocok diberikan 96 PSI

untuk PR 16 cocok diberikan 110 PSI

3. Ban ukuran 1100-20

untuk PR 16 cocok diberikan 110 PSI

0 komentar:

Posting Komentar