This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label materi pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

Berpusat Pada Anak Dengan Penilaian yang Berkelanjutan dan Komperehensif.


Berpusat Pada Anak Sebagai Pembangun Pengetahuan


Upaya untuk memandirikan peserta didik untuk belajar, berkolaborasi, membantu teman, mengadakan pengamatan, dan penilaian diri untuk suatu refleksi akan mendorong mereka untuk membangun pengetahuannya sendiri. Dengan demikian pandangan baru akan diperoleh melalui pengalaman langsung secara lebih efektif. Dalam hal ini, peran utama guru adalah sebagai
fasilitator belajar.

Penilaian Berkelanjutan dan Komprehensif

Kurikulum harus menanggapi kebutuhan belajar peserta didik untuk mengetahui
hasil belajarnya. Hasil belajar dipandang sebagai umpan balik untuk perbaikan lebih lanjut terhadap segala kekurangan dan kelebihan peserta didik selama belajar dalam kurun waktu tertentu. Oleh karenanya penilaian berkelanjutan dan komprehensif menjadi sangat penting dalam dunia pendidikan. Hasil dari suatu penilaian umumnya tergantung pada identifikasi jenis dan alat penilaian yang digunakan serta tujuan, kriteria penilaian dan interpretasi hasil. Relevansi, reliabilitas, dan validitas penilaian merupakan prosedur yang menentukan kualitas umpan balik. Penilaian berkelanjutan mengacu kepada penilaian yang dilaksanakan oleh guru itu sendiri dengan proses penilaian yang dilakukan secara transparan. Penilaian harus dilakukan secara komprehensif yang mencakup aspek kompetensi akademik dan keterampilan hidup.

Menyeluruh dan berkesinambungan jadi penilaian atau pembelajaran itu tidak berenti pada saat jjenjang pembelajaran aja tetapi dilakukan se umur hidup. Adalah komprehensif

Atau Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

Kaidah Pecahan ,Kaidah penjunlahan, dan Kaidah perkalian

Kaidah Pecahan

Pengisian tempat

Jika terdapat n buah tempat yang tersedia, dengan

K1= banyaknya cara untuk mengisi tempat pertama

K2= banyaknya cara untuk mengisi tempat ke dua

K3= banyaknya cara untuk mengisi tempat ke tiga

Kn= banyaknya cara untuk mengisi tempat ke - n

Maka banyaknya cara untuk mengisi n tempat yyang tersedia secara keseluruhan adalah

K1 x K2 x K3 xKn

Dan biasanya kaidah ini digunakan dalam kehidupan sehari- hari adalah untuk mencari berapa banyaknya cara yang dapat gunakan dalam melakukan percobaan, seperti: Dalan pembuatan plat nomor kendaraan bermotor, dll

Contoh:

Dari lima buah angka 4, 5, 6, 7, 8 hendak di susun bilangan genap yang terdiri atas tiga angka. Berapa banyaknya bilangan yang dapat di susun jika angka itu boleh ada angka yang sama?

Jawab:

K1

K2

K3

5

5

3

Jadi banyaknya cara yang dapat digunakan adalah 5 x 5 x 3 = 75 bilanga

Kaidah penjunlahan

Kaidah ini dapat digunakan jika kedua unsur yang tersedia tidak dipilih atau di gunakan bersama – sama.

Contoh

Misalnya dirumah itu terdapat 2 buah sepeda motor dan 3 buah sepeda, ada brapa cara yang dapat digunakan untuk memakai kendaraan tersebut?

Jawab

Karena ada 2 sepeda motor dan 3 sepeda maka banyaknya cara yang dapat digunakan adalah

2 + 3 = 5 cara

Kaidah perkalian

Kaidah ini dapat digunakan jika unsur –unsur yang tersediadigunakan secara bersama- sama, dan kaidah ini lebih jelasnya unsur yang satu mempengaruhi insure yang lainnya.

Contoh:

Seseorang hendak bepergian dari koya A ke kota C, sedangkan untuk menuju ke kota C tersebut bisa melewati kota B atau kota D. berapa kah cara yang dapat di lakukan orang tersebut untuk menuju kota C?(dimana banyaknya cara yang dapat di lewati adalah dari A ke B ke C atau dari A ke D ke C berturut turut adalah 2, 4 atau 2 , 3)?

Jadi banyaknya cara yang dapat di lewati adalah dari A ke B ke C atau dari A ke D ke C:

· Banyaknya jalan dari kota A ke B ke C adalah 3 x 4 = 12

· Banyaknya jalan dari kota A ke D ke C adalah 2 x 3 = 6

Maka banyaknya jalan yang dapat di lewati orang tersebut secara keseluruhan adalah

12 + 6 = 18 jalan yang dapat di tempuh dari kota A ke kota C

Evaluasi

Tiga Macam Evaluasi

1. Formatif

Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan / topik, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Winkel menyatakan bahwa yang dimaksud dengan evaluasi formatif adalah penggunaan tes-tes selama proses pembelajaran yang masih berlangsung, agar siswa dan guru memperoleh informasi (feedback) mengenai kemajuan yang telah dicapai. Sementara Tesmer menyatakan formative evaluation is a judgement of the strengths and weakness of instruction in its developing stages, for purpose of revising the instruction to improve its effectiveness and appeal. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pokok bahasan tersebut. Wiersma menyatakan formative testing is done to monitor student progress over period of time. Ukuran keberhasilan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya. TIK yang akan dicapai pada setiap pembahasan suatu pokok bahasan, dirumuskan dengan mengacu pada tingkat kematangan siswa. Artinya TIK dirumuskan dengan memperhatikan kemampuan awal anak dan tingkat kesulitan yang wajar yang diperkiran masih sangat mungkin dijangkau/ dikuasai dengan kemampuan yang dimiliki siswa. Dengan kata lain evaluasi formatif dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai. Dari hasil evaluasi ini akan diperoleh gambaran siapa saja yang telah berhasil dan siapa yang dianggap belum berhasil untuk selanjutnya diambil tindakan-tindakan yang tepat. Tindak lanjut dari evaluasi ini adalah bagi para siswa yang belum berhasil maka akan diberikan remedial, yaitu bantuan khusus yang diberikan kepada siswa yang mengalami kesulitan memahami suatu pokok bahasan tertentu. Sementara bagi siswa yang telah berhasil akan melanjutkan pada topik berikutnya, bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan yang lebih akan diberikan pengayaan, yaitu materi tambahan yang sifatnya perluasan dan pendalaman dari topik yang telah dibahas.

2. Sumatif

Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu yang didalamnya tercakup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit ke unit berikutnya. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.

3. Diagnostik

Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnostik dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Dalam hal ini evaluasi diagnostik dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal atau pengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik, sehingga guru dapat memberi bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostik ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang telah dipelajarinya.